Postingan

Menantikan Sosok “AHOK” pada Pilkada Karo 2015

Oleh Joppy K. Sinulingga dan Salmen Kembaren Kabupaten Karo segera memasuki pesta demokrasi di penghujung tahun 2015 ini. Akankah pilkada kali ini hanya sebagai rutinitas lima tahunan belaka? Masyarakat Kabupaten Karo benar-benar berada pada persimpangan yang amat menentukan apakah menuju tranfsormasi sosial dan kemajuan atau mengalami stagnansi dan devolusi. Begitu banyak tantangan bagi pemertintah Karo kedepan ini dan tentunya membutuhkan sosok yang benar-benar mampu dan mau mengubah situasi. Kita membutuhkan wajah baru dan ide barunya bukan orang lama dan gaya lamanya.   Untuk menjalankan roda pemerintahan suatu daerah sangat membutuhkan sosok yang memiliki pengalaman dan mempunyai hati yang tulus peduli membangun daerah yang ia pimpin. Mengutip pendapat Bapak Presiden Jokowi bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak mempunyai kepentingan. Dalam hal ini seseorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannnya tidak dipengaruhi oleh kepentingannnya dan kepentingan...

Bungkei Gedang (Jepang) Obat Sakit Jantung Anda!

Gambar
Bungkei Gedang (Jepang)  Bungkei gedang atau sering juga disebut bungkei jepang ternyata tidak hanya sebagai tumbuhan liar atau tampak indah di pekarangan. Masyarakat Karo memanfaatkannya sebagai obat yang cukup penting di abad ini yakni obat sakit jantung. Mungkin tidak spesifik jenis penyakit jantung apa yang diobati. Bungkei gedang ini biasanya ditanamai warga di pekarangan rumah mereka. Manfaat: Obat sakit jantung, darah tinggi Bagian tumbuhan yang digunakan: buah muda Cara membuat: buah muda diambil sekitar seperempat kg atau segenggam tangan orang dewasa. Dicuci bersih. Kemudian digiling sampai halus, air perasan diminum sebanyak setengah sampai satu gelas sehari. Atau dapat juga diminum dengan cara dijuice. Diminum sekali sehari. Lokasi: pekarangan, kebun, Serdang, Lingga, Suka Nalu (1200 mdpl)

Rekonstruksi Legenda Batu Si Pispis - Berhala (Cerita Rakyat Karo)

Gambar
Begitu banyak cerita rakyat Karo yang kita ketahui baik berupa mitos, legenda ataupun dongeng. Beberapa yang paling terkenal seperti Pawang Ternalem, Putri Ijo (Meriam Puntung), Beru Rengga Kuning, Beru Dayang, Si Pais, Laga Man, Totem Merga-Merga dan sebagainya. Menurut saya setiap kewilayahan Suku Karo memiliki cerita rakyat tersendiri yang masih banyak terpendam dan hampir tenggelam. Hal inilah yang perlu kiranya digali kembali sebelum cerita itu semakin kerdil kisahnya dan hilang bersamaan dengan hilangnya orang-orang tua. Apa pentingnya menggali cerita rakyat (folklore) itu? Sejauh yang saya ketahui, sebagian cerita itu memang hanya sebagai mitos belaka yang sulit diterima akal kebenarannya. Mitos dikarang orang tua jaman dahulu sebagai pengendali sosial ( social control ). Didalam setiap cerita rakyat, pasti terkandung nilai-nilai ( values loaded) . Nilai-nilai tersebut bisa saja nilai heroic, rasa hormat, cinta kasih, petualangan/perjuangan hidup, dan karakter, dan nilai k...

Kekeringan Ide dan Aksi

Gambar
Ada kejadian   yang ingin saya jelaskan tentang manusia yang mengalami kekeringan ide-aksi. Pertama bupati Karo yang sisa tugasnya tidak lebih dari satu setengah tahun. Beberapa tindakannya menurut saya mengalami kekeringan. Dan belum banyak aksi-aksinya yang luar biasa kita lihat sebagai wujud perubahan dari pemerintah sebelumnya. Padahal harapan akan perubahan begitu besar diletakkan dipundaknya. Pertama   saya ingin membahas sang bupati. Ekspektasi kepada seorang bupati tentunya mampu memimpin dan melangsungkan pembangunan sebaik-baiknya. Namun kekonyolan di penghujung jabatannya ia lakukan. Ia   adalah seorang yang kering ide. Ia ingin meniru cara orang lain, namun tampaknya benar-benar meniru tanpa mempelajarinya terlebih dahulu. Pada januari lalu saya melakukan perjalanan ke kampung saya di Kabupaten Karo dan dari sanalah pemikiran saya ini hendak saya tuliskan. Saya melihat beberapa spanduk tentang bujukan tertib lalu lintas di kabupaten yang dipimpinnya ...

Warisan Budaya Suku Karo (Bagian I)

Gambar
Seberapa banyak diantara kita yang mengetahui jenis-jenis dari upacara tradisional ataupun bentuk tradisi Karo? Mungkin yang paling kita ingat adalah kerja tahun, pesta pernikahan dan kematian dan beberapa laiinnya yang masih dilangsungkan dengan segala perubahannya. Selain itu, dari hanya beberapa yang kita ketahui, mungkin tidak lebih separo dari yang kita tahu tersebut masih kita lakukan atau setidaknya terlibat didalamnya. Itu artinya warisan nenek moyang kita hanya akan menjadi legenda atau dongeng yang menarik didengarkan tanpa ada wujud peninggalannya (baik benda atau nilai). Berikut ini kami sajikan beberapa warisan nenek moyang Suku Karo yang dirangkum oleh Balai Pustaka Adat   Merga Silima (Penganut Pemena, baik sebagai aliran atau agama). Dari 78 yang dituliskan tentunya masih sangat banyak yang belum masuk, mengingat keragaman Suku Karo secara peradatan dan geografis. Anda bisa saja menambahnya dengan membuat tulisan yang lebih lengkap mengenai tradisi Suku Ka...