Postingan

Karo Berry (sebuah kenangan masa kecil)

Gambar
Karo Berry Setiap anak pasti punya masa kecil yang begitu berkesan. Seperti lirik lagu yang dibawakan oleh Plato Ginting yang mengisahkan masa kanak-kanaknya di pedesaan Karo Gugung. Ia lebih mengingat kepada permainan dan kenakalan masa anak-anak di kampungnya. Saya tidak akan menuliskan tentang permainan masa kecil saya bersama puluhan anak lainnya. Melainkan menulis sebuah kebiasaan masa anak anak saya yakni mencari dan memakan buah Karo Berry. Mengapa saya namai demikian karena begitu banyak penamaannya di kalangan masyarakat Kar o sendiri. Karo Berry sering juga disebut "parang bosan" atau juga "arbei" sebagian lagi menyebutnya dengan "kopi kopi". Ketika matang warnanya merah mencolok. Dan rasanya manis dan bila warna merahnya agak pucat maka dapat dipastikan rasanya sedikit kecut. Batang tumbuhan liar ini memiliki duri sampai ke daunnya. Duri kecil tersebut tak pernah menghentikan niat anak anak untuk mendapatkan buahnya. Untuk mendapatkan bu...

IMKA Kota Medan mengapresiasi Seni Budaya Karo

Gambar
oleh Salmen Kembaren (Sosiolog)    Selama ini acara IMKA selalu diidentikkan dengan gendang guro-guro aron, ada yang berbeda dengan acara mahasiswa Karo di tahun 2015 ini. Kali ini beralih ke arah apresiasi seni dan budaya Karo. Acara yang dihadiri sekitar 1500-an orang ini diadakan pada 18 April 2015 lalu di Jambur Tamsaka Medan berlangsung dengan penuh antusiasime penonton. Berbagai pementasan seni baik tari kreasi, ndikkar, tari tradisi, musik tradisional dan busana Karo klasik ditampilkan sebagai wujud penghargaan terhadap seni dan budaya Karo. IMKA Hukum dan FISIP USU misalnya menampilkan tari kreasi Karo modern. IMKA Unimed menampilkan tari peselukken. Sedangkan IMKA FIB USU melalui Grup Etno Siroga menampilkan musik instrumental. Sedang Karo Tracker Community mementaskan tari Perang Haru melawan Gajah Mada Majapahit. Acara juga dibuka dengan pelantikan pengurus IMKA FISIP USU periode 2015 oleh Rosmiani Br Kembaren. Ia berharap agar IMKA semakin mengedepank...

(Perubahan) Tradisi Ngerik pada Suku Karo (2015)

Gambar

Karo Tracker Community: Wisata Alternatif Karo (Sumatra Timur)

Gambar

Karo Tracker Community: Rumah Adat Karo Dokan

Gambar

Karo Tracker Community: Rumah Adat Karo Dokan

Gambar

“Menakar Intelektualitas Mahasiswa Karo pada Pasar Money Politic Pilkada”

Gambar
Kaum intelektual dapat diartikan sederhana sebagai sekelompok masyarakat yang memiliki daya nalar dan pemahaman lebih baik dari masyarakat awam. Atau dengan kata lain intelektual merupakan kaum terpelajar. Kita harus membedakan kaum intelektual dengan kaum professional. Pertama kaum intelektual memiliki pemikiran yang bebas, ideal, kritis dan mengacu pada kebenaran. Kaum intelektual tidak terikat kepada kepentingan sepihak tapi selalu menguak kebenaran. Sedang kaum professional memiliki pemikiran yang terkungkung aturan, berdasarkan kepentingan. Kedua kaum ini bisa saja berasal dari para sarjana yang sama pendidikannya menurut Hussein Alatas, tetapi berbeda posisinya ketika dikategorikan antara intelektual dan professional. Pilihan politik merupakan ruang yang sangat mudah mengubah posisi seorang intelektual yang kritis. Apakah politisi masih dapat dikatakan sebagai intelektual? Bisa saja sebuah partai mengatasnamakan berdiri diatas kepentingan rakyat atau demi kebenaran, kes...